Membaca Lateral: Cara Sederhana agar Tidak Mudah Tertipu Informasi Digital



Di era digital seperti sekarang, hampir setiap orang setiap hari berhadapan dengan informasi digital. Mulai dari berita online, unggahan media sosial, pesan berantai di grup WhatsApp, hingga video pendek di berbagai platform. Informasi memang semakin mudah diakses, tetapi di balik kemudahan itu tersembunyi satu masalah besar, yaitu hoaks.

Informasi Digital dan Masalah Hoaks

Informasi digital adalah semua informasi yang disebarkan melalui media berbasis teknologi, seperti internet dan perangkat digital. Sayangnya, tidak semua informasi digital itu benar. Banyak informasi yang sengaja dibuat salah, dilebih-lebihkan, atau dipelintir untuk tujuan tertentu, misalnya mencari sensasi, keuntungan, atau memengaruhi opini masyarakat. Inilah yang disebut hoaks.

Masalahnya, hoaks sering kali dibuat dengan tampilan yang meyakinkan: judulnya provokatif, bahasanya persuasif, bahkan kadang mencantumkan nama tokoh atau lembaga terkenal. Akibatnya, banyak orang langsung percaya dan menyebarkannya tanpa berpikir panjang. Dampaknya bisa serius, mulai dari kesalahpahaman, kepanikan, hingga konflik sosial.

Oleh karena itu, kemampuan membaca dan mengevaluasi informasi digital menjadi sangat penting bagi siapa saja, bukan hanya pelajar atau guru, tetapi seluruh masyarakat.

Perbedaan Membaca Vertikal dan Membaca Lateral

Kebiasaan yang paling sering dilakukan orang saat membaca informasi digital adalah membaca vertikal. Membaca vertikal artinya kita membaca informasi dari atas ke bawah dalam satu halaman atau satu situs saja. Kita fokus pada isi artikel, judul, dan mungkin komentar, lalu langsung menyimpulkan apakah informasi itu benar atau tidak.

Masalahnya, membaca vertikal membuat kita terjebak pada satu sudut pandang. Jika sumber awalnya salah, maka kesimpulan kita juga berpotensi salah.

Berbeda dengan itu, membaca lateral adalah cara membaca dengan berpindah-pindah sumber. Kita tidak hanya membaca satu halaman, tetapi membuka tab baru, mencari informasi pembanding, dan menelusuri asal-usul informasi tersebut. Dengan membaca lateral, kita tidak langsung percaya, tetapi bersikap kritis dan hati-hati.

Singkatnya:
  • Membaca vertikal: fokus satu sumber
  • Membaca lateral: membandingkan banyak sumber

Langkah-Langkah Membaca Lateral

Membaca lateral sebenarnya tidak sulit dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Berikut langkah-langkah sederhananya.

Mengecek Sumber Informasi

Langkah pertama adalah mengecek sumber informasi. Tanyakan pada diri sendiri:
  • Siapa yang membuat informasi ini?
  • Apakah berasal dari media resmi, lembaga terpercaya, atau akun tidak jelas?
  • Apakah nama penulisnya tercantum?
Situs atau akun yang kredibel biasanya mencantumkan identitas yang jelas. Sebaliknya, hoaks sering berasal dari sumber anonim atau situs yang namanya menyerupai media terkenal tetapi sebenarnya palsu.

Membandingkan Informasi

Langkah kedua adalah membandingkan informasi dengan sumber lain. Jangan hanya membaca satu artikel. Gunakan mesin pencari untuk melihat apakah media lain juga membahas topik yang sama.

Jika sebuah informasi benar, biasanya akan dilaporkan oleh lebih dari satu sumber tepercaya. Namun, jika informasi hanya muncul di satu situs atau satu unggahan saja, kita patut curiga.

Menelusuri Sumber Asli

Langkah ketiga adalah menelusuri sumber asli informasi. Banyak hoaks yang sebenarnya berasal dari kutipan yang dipotong, data lama yang diunggah ulang, atau pernyataan yang diambil di luar konteks.

Cobalah mencari:
  • Dari mana data tersebut berasal?
  • Apakah ada laporan resmi, penelitian, atau pernyataan langsung?
  • Apakah informasinya masih relevan dengan kondisi saat ini?

Dengan menelusuri sumber asli, kita bisa mengetahui apakah informasi tersebut benar atau hanya manipulasi.

Penentuan Kredibilitas Informasi Digital

Setelah melakukan membaca lateral, langkah terakhir adalah menentukan kredibilitas informasi digital. Informasi dapat dikategorikan menjadi:
  • Kredibel: didukung banyak sumber tepercaya, data jelas, dan konteks sesuai.
  • Meragukan: sebagian benar, tetapi sumber terbatas atau penjelasan kurang lengkap.
  • Hoaks: tidak didukung sumber lain, sumber tidak jelas, atau terbukti salah.
Menentukan kredibilitas bukan berarti harus selalu menjadi ahli, tetapi cukup menggunakan logika, kehati-hatian, dan kebiasaan membaca lateral.

Penutup

Di dunia digital, masalahnya bukan lagi kekurangan informasi, melainkan kelebihan informasi. Tanpa kemampuan membaca lateral, siapa pun bisa menjadi korban hoaks. Dengan membiasakan diri mengecek sumber, membandingkan informasi, dan menelusuri sumber asli, kita bisa menjadi pengguna internet yang cerdas dan bertanggung jawab.

Ingat satu prinsip sederhana: jangan langsung percaya dan jangan langsung membagikan. Berhenti sejenak, baca secara lateral, lalu putuskan dengan bijak. Itulah kunci utama menghadapi informasi digital di era sekarang.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak